SD Negeri Pangauban 01
Salah satu Sekolah Dasar Negeri yang berada di lingkungan UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Cisurupan Kab. Garut, berdiri sejak tahun 1927
Minggu, 17 April 2016
SD Negeri Pangauban 01: Jurnal Karya Ilmiah, (Di Susun Oleh : Alit Sumpena...
SD Negeri Pangauban 01: Jurnal Karya Ilmiah, (Di Susun Oleh : Alit Sumpena...: Karya Ilmiah UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG YANG MELIBATKAN SATUAN PENGUKURAN BE...
Minggu, 10 April 2016
Jurnal Karya Ilmiah, (Di Susun Oleh : Alit Sumpena, S.Pd.SD) UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG YANG MELIBATKAN SATUAN PENGUKURAN BERAT MELALUI METODE DEMONTRASI SISWA KELAS V SD NEGERI SITUSARI KECAMATAN CISURUPAN KABUPATEN GARUT
Karya Ilmiah


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
MATEMATIKA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG YANG MELIBATKAN SATUAN PENGUKURAN BERAT
MELALUI METODE DEMONTRASI SISWA KELAS V
SD NEGERI SITUSARI KECAMATAN CISURUPAN KABUPATEN GARUT
Oleh : Alit Sumpena, S.Pd.SD
SD Negeri Pangauban 01 Kec. Cisurupan Kab. Garut
ABSTRAK
Mata pelajaran matematika
merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi oleh siswa walalupun besar
sekali manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari maupun pengembangan ilmu
pengetahuan. Mata pelajaran matematika di
kelas V SD Negeri Situsari 01 sama
halnya dengan Sekolah yang lain masih belum mencapai hasil yang
diharapkan.
Hal ini mendorong peneliti
untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan salah satu metode
yaitu metode demonstrasi, apakah dengan metode demonstrasi hasil belajar siswa
dapat ditingkatkan?.
Dengan
berpijak dari teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang variabel yang
ada pada judul penelitian, maka diperoleh gambaran dengan kerangka berpikir
bahwa hasil belajar akan ditentukan oleh proses pembelajaran dimana penggunaan
metode sangat berpengaruh terhadap proses tersebut. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus masing-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan
tes pada akir tiap siklus.
Berdasarkan
indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, hasil penenlitian membuktikan
bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran
matematika Kelas V SD Negeri Situsari 01 pada pokok bahasan operasi hitung yang
melibatkan satuan pengukuran berat, disamping dapat meningkatkan aktivitas
siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil
penelitian yang telah tersimpul, penulis melayangkan sejumlah saran kepada
pihak-pihak terkait untuk menggunakan metode yang efektif yang sesuai dan cocok
dengan karakteristik mata pelajaran, dengan harapan hasil belajar dapat
ditingkatkan.
Kata Kunci : Metode Demontrasi, dalam meningkatkan
hasil belajar MATEMATIKA
PENDAHULUAN
Sesuai dengan
tuntutan UU Sistim Pendidikan Nasional, proses pembelajaran dapat berhasil
dengan baik apabila ada interaksi antara guru dengan siswa, sehingga siswa
dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Keberhasilan proses
pembelajaran dapat ditunjukkan oleh penguasaan materi pelajaran yang dikuasai
siswa, juga ditentukan pula oleh upaya peningkatan propesional guru.
Guru yang
berkualitas tinggi atau guru yang baik memiliki ciri-ciri tertentu. Salah satu
cirri itu adalah mengaktifkan
siswanya dalam belajar. Siswa diberi kesempatan untuk mengalami, mencoba,
dan melaksanakan atau mempraktikan apa yang telah dipelajarinya untuk
memperoleh hasil yang lebih mantap. (S. Nasution, 2009:24). Guru sebagai ujung tombak
dalam pendidikan berkewajiban menciptakan situasi pembelajaran yang dapat
mendorong siswa untuk berani melakukan interaksi tatkala proses pembelajaran
berlangsung. Oleh karena itu guru harus mampu menggunakan seluruh perangkat
pembelajaran baik berupa pendekatan, metoda, media pembelajaran dan hal lainnya
yang relevan dengan penciptaan situasi belajar yang kondusif.
Akan tetapi,
dalam proses pembelajaran yang terjadi selama ini, tampak banyak guru yang
mengabaikan cirri-ciri di atas. Khususnya pembelajaran Matematika cenderung masih
konvensional. Kegiatan belajar mengajar hanya didominasi oleh guru, Akibatnya proses belajar
mengajar yang dirasakan siswa membosankan, tidak menarik, dan membuat siswa
tidak termotivasi. Akhirnya siswa tidak berminat untuk belajar yang berdampak
pada hasil belajar yang tidak memuaskan.
Belajar
merupakan hal yang terpenting yang harus dilakukan manusia untuk menghadapi perubahan
lingkungan yang setiap sa’at dapat berubah. Oleh karena itu hendaknya seseorang
mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan yang dinamis dan penuh
persaingan dengan cara belajar.Dimana didalamnya termasuk belajar memahami diri
sendiri,memahami perubahan dan memahami gelobalisasi.Sehingga dengan belajar
seseorang siap menghadapi perkembangan jaman yang begitu pesat
Menurut
Prayitno (2009: 203) belajar adalah upaya untuk menguasai suatu hal yang baru.
Menurut Muhibbin (2005: 68), belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan
seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan
interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Belajar
merupakan proses perubahan sikap dan prilaku yang berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman, pendapat tersebut didukung oleh Slameto (2010:2) bahwa; Belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan
tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamanya
sendiri berintreraksi dengan lingkungannya.
Dari
uraian para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa,belajar suatu proses usaha perubahan tingkah laku yang melibatkan
jiwa dan raga sehingga menghasilkan perubahan dan pengetahuan, pemahaman,
nilai, sikap dilakukan seorang individu melalui latihan dan pengalaman
interaksinya dengan lingkungan yang selanjutnya dinamakan hasil belajar.
yang
dikemukakan Hamalik (1995:48) hasil belajar adalah ”Perubahan Tingkah Laku yang
meliputi perubahan Kognitif, Apektif dan Psikomotor dalam situasi tertentu
berkat pengalaman yang berulang-ulang.”
Matematika
merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern,
mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir
manusia. Perkembangan pesat di bidang teknolgi informasi dan komunikasi dewaasa
ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan aljabar,
analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan
teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
(Pemendiknas No. 22 tahun 2006).
Selanjutnya
Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 menambahkan: mata pelajaran matematika perlu
diberikan kepada semua peserta didik dari sekolah dasar untuk membekali peserta
didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan
kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diberikan agar
peserta didik memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan
informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti
dan kompetitif, mata
pelajaran matematika merupakan sebuah mata pelajaran untuk membuka cakrawala
berfikir peserta didik dan dapat
memecahkan permasalahan yang terjadi dalam interaksinya dengan lingkungan
sekitar pada kehidupan sehari-hari.
Dalam setiap
kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah
yang sesuai dengan situasi (konstektual problem). Dengan mengajukan masalah
konstektual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep
matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan
menggunakan teknologi informasi dan keomunikasi seperti komputer, alat peraga
atau media lainnya. (Permendiknas No. 22 tahun 2006).
Mata pelajaran
matematika dalam perkembangannya mengalami sejumlah perubahan terutama dala
proses pembelajaran dalam kelas sesuai dengan kurikulum yang berlaku dimasanya.
Menurut Suryadi (2009 : 159): perkembangan kurikulum matematika sekolah
khususnya ditinjau dari implementasidan aspek teori belajar yang melandasinya,
merupakan faktor yang sangat menarik dalam pembeicaraan tentang pendidikan
matematika.
Metode
demonstrasi ialah suatu upaya atau praktik dengan menggunakan peragaan yang
ditujukan kepada siswa yang tujuaanya ialah agar semua siswa lebih mudah dalam
memahami dan mempraktekkan dari apayang telah diperolehnya dan dapat mengatasi
suatu permasalahan apabil terdapat perbedaan.
Yang dimaksud dengan metode demonstrasi ialah metode
mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau
untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu
pada siswa. Sebagaimana dikemukakan Fachruddin (2009:174) bahwa metode
demonstrasi adalah suatu metode yang dilakukan khusus bagi materi yang
memerlukan peragaan atau percobaan.
Banyak faktor
yang mempengaruhi hasil belajar, antara lain: materi yang diajarkan, alat bantu
yang digunakan, sumber pelajaran, kondisi kelas, kesiapan siswa,
profesionalisme guru, dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Salah satu
faktor di atas, adalah penggunaan metode yang paling efektif dalam proses
pembelajaran. Jika metode pembelajaran dilaksanakan dengan baik yang melibatkan
dan mengaktifkan seluruh unsur dalam pembelajaran, maka proses tersebut akan
menghasilkan hasil yang optimal.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian
dilakukan di kelas V SDN Situsari 01 Kec. Cisurupan Kab. Garut, pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 dengan jadwal sebagai berikut:
Siklus I
dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu, pertemuan pertama hari Senin tanggal 06 April 2015, pertemuan kedua
dilaksanakan pada hari Rabu 08 April 2015. Tes siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu 11 April 2015. Pada
siklus ke II sama dilaksanakan 2 kali pertemuan, pertemuan pertama hari Senin tanggal 13 April 2015, sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan
hari Rabu tanggal 15 Mei 2015. Tes siklus II
dilaksanakan hari Jum’at tanggal 17 Mei 2015.
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini
adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan
Cisurupan Kabupaten Garut. Yang menjadi
objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar
Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, pada
mata pelajaran matematika pokok bahsan operasi hitung yang melibatkan satuan
pengukuran berat.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus,
masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, tiap siklus diakhiri dengan
tes, dengan kegiatan antara lain: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
refleksi.
Menurut Hopkins 1993, pada Rochiati 2008, pada Gunawan Undang, 2008:5,
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang mengkombinasikan
prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan
dalam disiplin inkuiri atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang
sedang terjadi sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.
“Secara ringkas, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok
guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka dan belajar
dari pengalaman mereka sendiri” (Gunawan Undang, 2008 : 6).
Berdasarkan pendapat tersebut, dalam penelitian tindakan kelas terdapat
beberapa hal antara lain tindakan untuk memecahkan permasalahan dalam kelas
baik berupa perbaikan maupun perubahan.
Adapun tujuan
PTK sebagaimana diungkapkan Gunawan Undang (2008:3) adalah selain untuk
memacahkan permasalahan konkrit di dalam kelas yang dialami langsung oleh guru
dan siswa, juga untuk mendorong tumbuhnya budaya akademis dan meningkatkan
profesionalisme guru. Siklus PTK sebgaimana digambarkan oleh pendapat ahli
tersebut seperti terlihat pada gambar berikut ini:
Perencanaan
Siklus I ada dua
pertemuan, yaitu:
(1) Pertemuan
1 akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 06
April 2015.
(2) Pertemuan
2 akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 08
April 2015
(3) Tes
siklus 1 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 April 2015.
Adapun perangkat yang diperlukan antara lain:
1.
Surat permohonan izin penelitian
2.
Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3.
Menyiapkan format pengamatan, tes.
4.
Menyiapkan bahan - bahan pembelajaran
5.
Menyiapkan alat peraga/ alat bantu dan media pembelajaran
Pelaksanaan
Siklus I ada dua pertemuan, yaitu:
Pertemuan 1 materi yang dibahas
satuan berat ons dan kg
Kegiatan
awal :
(1) Guru
memberikan salam, baca do’a dan pembukaan pembelajaran dengan pembacaan
basmalah
(2) Guru
mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar,
dan mengecek kehadiran.
(3) Apersepsi
dengan mengadakan tanya jawab tentang pekerjaan orangtua masing-masing.
(4) Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti :
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir :
(1) Melaksanakan
tindak lanjut, tugas, dan PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Pertemuan 2, materi yang dibahas satuan
berat kuintal, ton
Kegiatan awal
Guru
memberikan salam, baca do’a dan pembukaan pembelajaran dengan pembacaan
basmalah
(1) Guru
mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar,
dan mengecek kehadiran.
(2) Apersepsi
dengan mengadakan tanya jawab tentang pekerjaan orangtua masing-masing.
(3) Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti:
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir:
(1) Melaksanakan
tindak lanjut berupa memberi tugas/PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Tes siklus I, berupa tes tulis tentang materi
sebagaimana tercantum pada pertemuan 1 dan 2.
a.
Pengamatan
Pengamatan siklus I, dilakukan terhadap aktivitas
siswa dalam pembelajaran dan hasil tes siswa.
Refleksi
1)
Menganalisis hasil tes siswa dan aktivitas siswa
2)
Mencari penyebab ketidakberhasilan pada siklus I untuk
diperbaiki pada siklus II.
1)
Siklus II
a.
Perencanaan
Pada siklus II, perencanaan sebagaimana pada siklus I, antara
lain: menyiapkan RPP, alat bantu dan media pembelajaran, sumber belajar,
disamping rencana perbaikan dari siklus I.
b.
Pelaksanaan
Pertemuan 1 hari Senin tanggal 13 April 2015, dengan materi yang
dibahas adalah satuan berat ons, kg pon
Kegiatan awal (5 menit)
(1) Guru
memberikan salam, baca do’a dan pembukaan pembelajaran dengan pembacaan
basmalah
(2) Guru
mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar,
dan mengecek kehadiran.
(3) Apersepsi
dengan mengadakan tanya jawab tentang pekerjaan orangtua masing-masing.
(4) Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti:
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir (5 menit)
(1) Melaksanakan
tindak lanjut, tugas, dan PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Pertemuan 2 dilaksanakan pada haru Rabu tanggal 15 April 2015 dengan materi satuan berat
campuran
Kegiatan awal (5 menit)
Seperti pada pertemuan
pertama, namun dipertegas dengan penjelasan materi lebih terinci.
Kegiatan inti (60 menit)
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir (5 menit)
(1) Melaksanakan
tindak lanjut, tugas, dan PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Tes siklus
II,
dilaksanakan hari Jum’at tanggal 17 Mei 2015 dari materi pertemuan 1 dan 2, bentuk tes tertulis.
Pengamatan siklus II, dilakukan terhadap aktivitas
siswa dalam pembelajaran dan hasil tes siswa. Refleksi :
1)
Menganalisis hasil tes siswa dan aktivitas siswa
2)
Mencari penyebab ketidak berhasilan pada siklus II untuk
dijadikan saran pada bab V kesimpulan dan saran.
Teknik
pengumpulan data yaitu melalui tes hasil belajar berupa tes tulis pada siklus I
dan II, pengamatan baik pada hasil tes maupun aktivitas siswa pada waktu
pembelajaran.
Adapun alat pengumpulan data adalah berupa tes
tertulis, lembar penilaian, pengamatan hasil tes, dan pengamatan terhadap
aktivitas siswa.
Teknik Analisa Data, Data yang sudah terkumpul diamati,
dievaluasi, verifikasi, dan disimpulkan; data yang berasal dari hasil belajar
siswa dihitung berdasarkan prosentase: skor yang benar per skor ideal kali
100%. Sehinnga ditetapkan angka perolehan berkisar antara 0-100. Sedangkan data
hasil pengamatan dengan cara jumlah siswa yang aktif / tidak aktif per jumlah
seluruh siswa kali 100%.
Indikator Keberhasilan Penelitian ini dianggap berhasil, jika:
1)
Siswa yang mendapat nilai di atas KKM (65) pada siklus I ≥ 60% dan pada siklus II ≥ 75%
2)
Rata-rata kelas pada siklus I 60, dan pada siklus II 70.
3)
Aktivitas siswa pada siklus I ≥ 70% dan pada siklus II ≥
80%.
Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Indikator Keberhasilan
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus I
|
Siklus II
|
||
1
|
Siswa yang mencapai KKM (nilai 65)
|
≥60%
|
≥75%
|
2
|
Rata-rata kelas
|
≥ 60
|
≥ 70
|
3
|
Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran
|
≥70%
|
≥80%
|
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, siklus I
pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 06 April 2015 dan pertemuan ke dua hari Rabu tanggal 08 April 2015, dan tes siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 April 2015 berupa tes tertulis. Pengamatan dilakukan terhadap hasil tes dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Setelah dianalisis baik hasil tes maupun aktivitas siswa diperoleh gambaran sebagai berikut:
a.
Siswa yang tuntas
atau mencapai KKM (65) sebanyak 18 orang (69,23%)
b.
Siswa yang belum
tuntas adalah sebanyak 8 orang (30,77%)
c.
Rata-rata kelas
sebesar 67,69
d.
Aktivitas siswa
selama proses kegiatan pembelajaran sebesar 71,02%.
Pada siklus II, terdiri dari 2 pertemuan, pertemuan
pertama pada hari Rabu
tanggal 02 Mei 2012, pertemuan kedua pada hari Senin tanggal 13 April 2015, dan tes siklus II
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 April 2015 berupa tes
tertulis. Pengamatan dilakukan terhadap hasil tes dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Hasil
tes dan hasil pengamatan setelah diverifikasi, dianalisis, dan tabulasi data,
serta penafsiran, diperoleh gambaran sebagai berikut:
a.
Siswa yang tuntas
atau mencapai KKM (65) sebanyak 23 orang (88,46%).
b.
Siswa yang belum
tuntas sebanayk 3 orang (11,54%)
c.
Rata-rata Kelas
sebesar 71,92
d.
Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran
sebesar 80,15%.
Data Hasil Penenlitian
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus I
(%)
|
Siklus II
(%)
|
||
1
|
Siswa yang tuntas mencapai KKM (65)
|
69,23
|
88,46
|
2
|
Siswa yang belum tuntas
|
30,77
|
11,54
|
3
|
Rata-rata kelas
|
67,69
|
71,92
|
4
|
Aktivitas siswa
|
71,02
|
80,15
|
Dari tabel di atas dapat ditafsirkan bahwa masing-masing indikator; siswa
yang mencapai KKM (ketuntasan belajar), rata-rata kelas, dan aktivitas siswa
mengalami kenaikan yang cukup berarti, sedangkan siswa yang belum tuntas
mengalami penurunan. Siswa yang
mencapai KKM pada siklus I sebanyak 18 orang (69,23%), sedangkan pada siklus II
sebanyak 23 orang (88,46%), ini berarti ada kenaikan sebesar 19,24% , sedangkan siswa yang belum tuntas Siswa yang
belum tuntas pada siklus I sebanyak 8 orang (30,77%), sedangkan pada siklus II
sebanyak 3 orang (11,53%), ini berarti ada penurunan sebesar 19,24%. Pada
siklus I sebesar 67,69, sedangkan pada siklus II sebesar 71,92, naik sebesar
4,23. Ini berarti terjadi adanya kenaikan rata-rata kelas sebagai pemahaman
siswa pada materi pembelajaran.
Aktivitas
siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, dari
71,02% ke 80,15% atau naik sebesar 9,13%. Hal ini membuktikan bahwa metode demonstrasi
dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran.
Adapun
aktivitas siswa sebagaimana yang mengalamai kenaikan dari siklus I ke siklus II
sebesar 9,13%, dengan perincian sebagai berikut:
Tabel :Aktivitas Siswa Dalam Proses Pembelajaran
No
|
Uraian Aktivitas
|
Capaian
|
|
Siklus I
(%)
|
Siklus II
(%)
|
||
1
|
Keberanian bertanya dan mengemukakan pendapat
|
63,38
|
75,58
|
2
|
Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru
|
73,23
|
78,85
|
3
|
Resfon terhadap pertanyaan guru
|
72,96
|
81,85
|
4
|
Partisifasi aktif dalam diskusi kelompok
|
71,35
|
82,31
|
5
|
Hubungan siswa dengan siswa dan guru
|
73,85
|
78,08
|
6
|
Tidak Mengerjakan pekerjaan lain
|
71,35
|
84,23
|
Rata-Rata
|
71,02
|
80,15
|
|
Keberanian bertanya dan mengemukakan
pendapat, meningkat dari 63,38% pada siklus I menjadi 75,58% pada siklus II,
yaitu sebesar 12,20%. Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru, meningkat
dari 73,23% siklus I menjadi 78,85% siklus II, kenaikan sebesar 5,62%, resfon terhadap pertanyaan guru, mengalami kenaikan
sebesar 8,85% yaitu dari 72,96% siklus I menjadi 81,85% siklus II. Partisifasi aktif dalam diskusi kelompok, mengalami
kenaikan sebesar 10,96% yaitu dari 71,35% siklus I menjadi 82,31% siklus II.
Hubungan siswa dengan siswa dan guru, mengalami kenaikan sebesar
4,23% yaitu dari 73,85% siklus I menjadi 78,08% siklus II, Tidak mengerjakan pekerjaan lain, mengalami kenaikan
sebesar 12,88% yaitu dari 71,35% siklus I menjadi 84,23% siklus II. Rata-rata kenaikan dari siklus I ke siklus
II sebesar 9,13%, ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran mengalami peningkatan yang cukup baik.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat ditarik
kesimpulan Metode
Demonstrasi dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa Mata Pelajaran
Matematika Pokok Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat
Kelas V SD Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten
Garut, terbukti dengan adanya peningkatan sebesar 19,24%.
Metode Demonstrasi dapat meningkatkan
rata-rata pemahaman siswa terhadap materi Mata Pelajaran Matematika Pokok
Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat Kelas V SD
Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut,
terbukti dengan adanya peningkatan sebesar 4,23.
Metode Demonstrasi dapat meningkatkan
aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Pokok
Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat Kelas V SD
Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut,
terbukti dengan adanya peningkatan sebesar 9,13%.
Dengan demikian hasil penelitian menyimpulkan, bahwa
Metode Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Mata Pelajaran
Matematika Pokok Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat
Kelas V SD Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten
Garut.
Saran-saran
Sebagai saran
dari hasil penelitian tersebut, penulis sampaikan pada pihak-pihak terkait,
sebagai berikut:
a. Kepada
guru, diharapkan dapat menggunakan metode yang sesuai dengan materi
pembelajaran dan kondisi siswa, diantaranya metode demonstrasi untuk lebih meningkUPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN
MATEMATIKA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG YANG MELIBATKAN SATUAN PENGUKURAN BERAT
MELALUI METODE DEMONTRASI SISWA KELAS V
SD NEGERI SITUSARI KECAMATAN CISURUPAN KABUPATEN GARUT
Oleh : Alit Sumpena, S.Pd.SD
SD Negeri Pangauban 01 Kec. Cisurupan Kab. Garut
ABSTRAK
Mata pelajaran matematika
merupakan mata pelajaran yang kurang disenangi oleh siswa walalupun besar
sekali manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari maupun pengembangan ilmu
pengetahuan. Mata pelajaran matematika di
kelas V SD Negeri Situsari 01 sama
halnya dengan Sekolah yang lain masih belum mencapai hasil yang
diharapkan.
Hal ini mendorong peneliti
untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan salah satu metode
yaitu metode demonstrasi, apakah dengan metode demonstrasi hasil belajar siswa
dapat ditingkatkan?.
Dengan
berpijak dari teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang variabel yang
ada pada judul penelitian, maka diperoleh gambaran dengan kerangka berpikir
bahwa hasil belajar akan ditentukan oleh proses pembelajaran dimana penggunaan
metode sangat berpengaruh terhadap proses tersebut. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus masing-masing siklus dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan
tes pada akir tiap siklus.
Berdasarkan
indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, hasil penenlitian membuktikan
bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran
matematika Kelas V SD Negeri Situsari 01 pada pokok bahasan operasi hitung yang
melibatkan satuan pengukuran berat, disamping dapat meningkatkan aktivitas
siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil
penelitian yang telah tersimpul, penulis melayangkan sejumlah saran kepada
pihak-pihak terkait untuk menggunakan metode yang efektif yang sesuai dan cocok
dengan karakteristik mata pelajaran, dengan harapan hasil belajar dapat
ditingkatkan.
Kata Kunci : Metode Demontrasi, dalam meningkatkan
hasil belajar MATEMATIKA
PENDAHULUAN
Sesuai dengan
tuntutan UU Sistim Pendidikan Nasional, proses pembelajaran dapat berhasil
dengan baik apabila ada interaksi antara guru dengan siswa, sehingga siswa
dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Keberhasilan proses
pembelajaran dapat ditunjukkan oleh penguasaan materi pelajaran yang dikuasai
siswa, juga ditentukan pula oleh upaya peningkatan propesional guru.
Guru yang
berkualitas tinggi atau guru yang baik memiliki ciri-ciri tertentu. Salah satu
cirri itu adalah mengaktifkan
siswanya dalam belajar. Siswa diberi kesempatan untuk mengalami, mencoba,
dan melaksanakan atau mempraktikan apa yang telah dipelajarinya untuk
memperoleh hasil yang lebih mantap. (S. Nasution, 2009:24). Guru sebagai ujung tombak
dalam pendidikan berkewajiban menciptakan situasi pembelajaran yang dapat
mendorong siswa untuk berani melakukan interaksi tatkala proses pembelajaran
berlangsung. Oleh karena itu guru harus mampu menggunakan seluruh perangkat
pembelajaran baik berupa pendekatan, metoda, media pembelajaran dan hal lainnya
yang relevan dengan penciptaan situasi belajar yang kondusif.
Akan tetapi,
dalam proses pembelajaran yang terjadi selama ini, tampak banyak guru yang
mengabaikan cirri-ciri di atas. Khususnya pembelajaran Matematika cenderung masih
konvensional. Kegiatan belajar mengajar hanya didominasi oleh guru, Akibatnya proses belajar
mengajar yang dirasakan siswa membosankan, tidak menarik, dan membuat siswa
tidak termotivasi. Akhirnya siswa tidak berminat untuk belajar yang berdampak
pada hasil belajar yang tidak memuaskan.
Belajar
merupakan hal yang terpenting yang harus dilakukan manusia untuk menghadapi perubahan
lingkungan yang setiap sa’at dapat berubah. Oleh karena itu hendaknya seseorang
mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan yang dinamis dan penuh
persaingan dengan cara belajar.Dimana didalamnya termasuk belajar memahami diri
sendiri,memahami perubahan dan memahami gelobalisasi.Sehingga dengan belajar
seseorang siap menghadapi perkembangan jaman yang begitu pesat
Menurut
Prayitno (2009: 203) belajar adalah upaya untuk menguasai suatu hal yang baru.
Menurut Muhibbin (2005: 68), belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan
seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan
interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Belajar
merupakan proses perubahan sikap dan prilaku yang berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman, pendapat tersebut didukung oleh Slameto (2010:2) bahwa; Belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan
tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamanya
sendiri berintreraksi dengan lingkungannya.
Dari
uraian para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa,belajar suatu proses usaha perubahan tingkah laku yang melibatkan
jiwa dan raga sehingga menghasilkan perubahan dan pengetahuan, pemahaman,
nilai, sikap dilakukan seorang individu melalui latihan dan pengalaman
interaksinya dengan lingkungan yang selanjutnya dinamakan hasil belajar.
yang
dikemukakan Hamalik (1995:48) hasil belajar adalah ”Perubahan Tingkah Laku yang
meliputi perubahan Kognitif, Apektif dan Psikomotor dalam situasi tertentu
berkat pengalaman yang berulang-ulang.”
Matematika
merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern,
mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir
manusia. Perkembangan pesat di bidang teknolgi informasi dan komunikasi dewaasa
ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan aljabar,
analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan
teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
(Pemendiknas No. 22 tahun 2006).
Selanjutnya
Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 menambahkan: mata pelajaran matematika perlu
diberikan kepada semua peserta didik dari sekolah dasar untuk membekali peserta
didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan
kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diberikan agar
peserta didik memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan
informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti
dan kompetitif, mata
pelajaran matematika merupakan sebuah mata pelajaran untuk membuka cakrawala
berfikir peserta didik dan dapat
memecahkan permasalahan yang terjadi dalam interaksinya dengan lingkungan
sekitar pada kehidupan sehari-hari.
Dalam setiap
kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah
yang sesuai dengan situasi (konstektual problem). Dengan mengajukan masalah
konstektual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep
matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan
menggunakan teknologi informasi dan keomunikasi seperti komputer, alat peraga
atau media lainnya. (Permendiknas No. 22 tahun 2006).
Mata pelajaran
matematika dalam perkembangannya mengalami sejumlah perubahan terutama dala
proses pembelajaran dalam kelas sesuai dengan kurikulum yang berlaku dimasanya.
Menurut Suryadi (2009 : 159): perkembangan kurikulum matematika sekolah
khususnya ditinjau dari implementasidan aspek teori belajar yang melandasinya,
merupakan faktor yang sangat menarik dalam pembeicaraan tentang pendidikan
matematika.
Metode
demonstrasi ialah suatu upaya atau praktik dengan menggunakan peragaan yang
ditujukan kepada siswa yang tujuaanya ialah agar semua siswa lebih mudah dalam
memahami dan mempraktekkan dari apayang telah diperolehnya dan dapat mengatasi
suatu permasalahan apabil terdapat perbedaan.
Yang dimaksud dengan metode demonstrasi ialah metode
mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau
untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu
pada siswa. Sebagaimana dikemukakan Fachruddin (2009:174) bahwa metode
demonstrasi adalah suatu metode yang dilakukan khusus bagi materi yang
memerlukan peragaan atau percobaan.
Banyak faktor
yang mempengaruhi hasil belajar, antara lain: materi yang diajarkan, alat bantu
yang digunakan, sumber pelajaran, kondisi kelas, kesiapan siswa,
profesionalisme guru, dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Salah satu
faktor di atas, adalah penggunaan metode yang paling efektif dalam proses
pembelajaran. Jika metode pembelajaran dilaksanakan dengan baik yang melibatkan
dan mengaktifkan seluruh unsur dalam pembelajaran, maka proses tersebut akan
menghasilkan hasil yang optimal.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian
dilakukan di kelas V SDN Situsari 01 Kec. Cisurupan Kab. Garut, pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 dengan jadwal sebagai berikut:
Siklus I
dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu, pertemuan pertama hari Senin tanggal 06 April 2015, pertemuan kedua
dilaksanakan pada hari Rabu 08 April 2015. Tes siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu 11 April 2015. Pada
siklus ke II sama dilaksanakan 2 kali pertemuan, pertemuan pertama hari Senin tanggal 13 April 2015, sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan
hari Rabu tanggal 15 Mei 2015. Tes siklus II
dilaksanakan hari Jum’at tanggal 17 Mei 2015.
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini
adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan
Cisurupan Kabupaten Garut. Yang menjadi
objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar
Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, pada
mata pelajaran matematika pokok bahsan operasi hitung yang melibatkan satuan
pengukuran berat.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus,
masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, tiap siklus diakhiri dengan
tes, dengan kegiatan antara lain: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
refleksi.
Menurut Hopkins 1993, pada Rochiati 2008, pada Gunawan Undang, 2008:5,
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang mengkombinasikan
prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan
dalam disiplin inkuiri atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang
sedang terjadi sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.
“Secara ringkas, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok
guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka dan belajar
dari pengalaman mereka sendiri” (Gunawan Undang, 2008 : 6).
Berdasarkan pendapat tersebut, dalam penelitian tindakan kelas terdapat
beberapa hal antara lain tindakan untuk memecahkan permasalahan dalam kelas
baik berupa perbaikan maupun perubahan.
Adapun tujuan
PTK sebagaimana diungkapkan Gunawan Undang (2008:3) adalah selain untuk
memacahkan permasalahan konkrit di dalam kelas yang dialami langsung oleh guru
dan siswa, juga untuk mendorong tumbuhnya budaya akademis dan meningkatkan
profesionalisme guru. Siklus PTK sebgaimana digambarkan oleh pendapat ahli
tersebut seperti terlihat pada gambar berikut ini:
SIKLUS
PTK

|
|


Perencanaan
Siklus I ada dua
pertemuan, yaitu:
(1) Pertemuan
1 akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 06
April 2015.
(2) Pertemuan
2 akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 08
April 2015
(3) Tes
siklus 1 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 11 April 2015.
Adapun perangkat yang diperlukan antara lain:
1.
Surat permohonan izin penelitian
2.
Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3.
Menyiapkan format pengamatan, tes.
4.
Menyiapkan bahan - bahan pembelajaran
5.
Menyiapkan alat peraga/ alat bantu dan media pembelajaran
Pelaksanaan
Siklus I ada dua pertemuan, yaitu:
Pertemuan 1 materi yang dibahas
satuan berat ons dan kg
Kegiatan
awal :
(1) Guru
memberikan salam, baca do’a dan pembukaan pembelajaran dengan pembacaan
basmalah
(2) Guru
mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar,
dan mengecek kehadiran.
(3) Apersepsi
dengan mengadakan tanya jawab tentang pekerjaan orangtua masing-masing.
(4) Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti :
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir :
(1) Melaksanakan
tindak lanjut, tugas, dan PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Pertemuan 2, materi yang dibahas satuan
berat kuintal, ton
Kegiatan awal
Guru
memberikan salam, baca do’a dan pembukaan pembelajaran dengan pembacaan
basmalah
(1) Guru
mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar,
dan mengecek kehadiran.
(2) Apersepsi
dengan mengadakan tanya jawab tentang pekerjaan orangtua masing-masing.
(3) Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti:
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir:
(1) Melaksanakan
tindak lanjut berupa memberi tugas/PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Tes siklus I, berupa tes tulis tentang materi
sebagaimana tercantum pada pertemuan 1 dan 2.
a.
Pengamatan
Pengamatan siklus I, dilakukan terhadap aktivitas
siswa dalam pembelajaran dan hasil tes siswa.
Refleksi
1)
Menganalisis hasil tes siswa dan aktivitas siswa
2)
Mencari penyebab ketidakberhasilan pada siklus I untuk
diperbaiki pada siklus II.
1)
Siklus II
a.
Perencanaan
Pada siklus II, perencanaan sebagaimana pada siklus I, antara
lain: menyiapkan RPP, alat bantu dan media pembelajaran, sumber belajar,
disamping rencana perbaikan dari siklus I.
b.
Pelaksanaan
Pertemuan 1 hari Senin tanggal 13 April 2015, dengan materi yang
dibahas adalah satuan berat ons, kg pon
Kegiatan awal (5 menit)
(1) Guru
memberikan salam, baca do’a dan pembukaan pembelajaran dengan pembacaan
basmalah
(2) Guru
mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar,
dan mengecek kehadiran.
(3) Apersepsi
dengan mengadakan tanya jawab tentang pekerjaan orangtua masing-masing.
(4) Menginformasikan
tujuan pembelajaran.
Kegiatan inti:
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir (5 menit)
(1) Melaksanakan
tindak lanjut, tugas, dan PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Pertemuan 2 dilaksanakan pada haru Rabu tanggal 15 April 2015 dengan materi satuan berat
campuran
Kegiatan awal (5 menit)
Seperti pada pertemuan
pertama, namun dipertegas dengan penjelasan materi lebih terinci.
Kegiatan inti (60 menit)
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan
disampaikan
(3) Siapkan bahan atau alat yang diperlukan
(4) Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai
skenario yang telah disiapkan
(5) Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisa
(6) Siswa dikelompokkan sesuai kebutuhan, tiap kelompok terdiri
dari 5 orang anggota.
(7) Tiap siswa atau kelompok mengemukakan hasil analisanya dan
juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
(8) Guru membuat kesimpulan
Kegiatan akhir (5 menit)
(1) Melaksanakan
tindak lanjut, tugas, dan PR.
(2) Memberikan
pesan moral.
Tes siklus
II,
dilaksanakan hari Jum’at tanggal 17 Mei 2015 dari materi pertemuan 1 dan 2, bentuk tes tertulis.
Pengamatan siklus II, dilakukan terhadap aktivitas
siswa dalam pembelajaran dan hasil tes siswa. Refleksi :
1)
Menganalisis hasil tes siswa dan aktivitas siswa
2)
Mencari penyebab ketidak berhasilan pada siklus II untuk
dijadikan saran pada bab V kesimpulan dan saran.
Teknik
pengumpulan data yaitu melalui tes hasil belajar berupa tes tulis pada siklus I
dan II, pengamatan baik pada hasil tes maupun aktivitas siswa pada waktu
pembelajaran.
Adapun alat pengumpulan data adalah berupa tes
tertulis, lembar penilaian, pengamatan hasil tes, dan pengamatan terhadap
aktivitas siswa.
Teknik Analisa Data, Data yang sudah terkumpul diamati,
dievaluasi, verifikasi, dan disimpulkan; data yang berasal dari hasil belajar
siswa dihitung berdasarkan prosentase: skor yang benar per skor ideal kali
100%. Sehinnga ditetapkan angka perolehan berkisar antara 0-100. Sedangkan data
hasil pengamatan dengan cara jumlah siswa yang aktif / tidak aktif per jumlah
seluruh siswa kali 100%.
Indikator Keberhasilan Penelitian ini dianggap berhasil, jika:
1)
Siswa yang mendapat nilai di atas KKM (65) pada siklus I ≥ 60% dan pada siklus II ≥ 75%
2)
Rata-rata kelas pada siklus I 60, dan pada siklus II 70.
3)
Aktivitas siswa pada siklus I ≥ 70% dan pada siklus II ≥
80%.
Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Indikator Keberhasilan
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus I
|
Siklus II
|
||
1
|
Siswa yang mencapai KKM (nilai 65)
|
≥60%
|
≥75%
|
2
|
Rata-rata kelas
|
≥ 60
|
≥ 70
|
3
|
Aktivitas Siswa dalam Proses Pembelajaran
|
≥70%
|
≥80%
|
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, siklus I
pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 06 April 2015 dan pertemuan ke dua hari Rabu tanggal 08 April 2015, dan tes siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 April 2015 berupa tes tertulis. Pengamatan dilakukan terhadap hasil tes dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Setelah dianalisis baik hasil tes maupun aktivitas siswa diperoleh gambaran sebagai berikut:
a.
Siswa yang tuntas
atau mencapai KKM (65) sebanyak 18 orang (69,23%)
b.
Siswa yang belum
tuntas adalah sebanyak 8 orang (30,77%)
c.
Rata-rata kelas
sebesar 67,69
d.
Aktivitas siswa
selama proses kegiatan pembelajaran sebesar 71,02%.
Pada siklus II, terdiri dari 2 pertemuan, pertemuan
pertama pada hari Rabu
tanggal 02 Mei 2012, pertemuan kedua pada hari Senin tanggal 13 April 2015, dan tes siklus II
dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 15 April 2015 berupa tes
tertulis. Pengamatan dilakukan terhadap hasil tes dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Hasil
tes dan hasil pengamatan setelah diverifikasi, dianalisis, dan tabulasi data,
serta penafsiran, diperoleh gambaran sebagai berikut:
a.
Siswa yang tuntas
atau mencapai KKM (65) sebanyak 23 orang (88,46%).
b.
Siswa yang belum
tuntas sebanayk 3 orang (11,54%)
c.
Rata-rata Kelas
sebesar 71,92
d.
Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran
sebesar 80,15%.
Data Hasil Penenlitian
No
|
Uraian Indikator
|
Capaian
|
|
Siklus I
(%)
|
Siklus II
(%)
|
||
1
|
Siswa yang tuntas mencapai KKM (65)
|
69,23
|
88,46
|
2
|
Siswa yang belum tuntas
|
30,77
|
11,54
|
3
|
Rata-rata kelas
|
67,69
|
71,92
|
4
|
Aktivitas siswa
|
71,02
|
80,15
|
Dari tabel di atas dapat ditafsirkan bahwa masing-masing indikator; siswa
yang mencapai KKM (ketuntasan belajar), rata-rata kelas, dan aktivitas siswa
mengalami kenaikan yang cukup berarti, sedangkan siswa yang belum tuntas
mengalami penurunan. Siswa yang
mencapai KKM pada siklus I sebanyak 18 orang (69,23%), sedangkan pada siklus II
sebanyak 23 orang (88,46%), ini berarti ada kenaikan sebesar 19,24% , sedangkan siswa yang belum tuntas Siswa yang
belum tuntas pada siklus I sebanyak 8 orang (30,77%), sedangkan pada siklus II
sebanyak 3 orang (11,53%), ini berarti ada penurunan sebesar 19,24%. Pada
siklus I sebesar 67,69, sedangkan pada siklus II sebesar 71,92, naik sebesar
4,23. Ini berarti terjadi adanya kenaikan rata-rata kelas sebagai pemahaman
siswa pada materi pembelajaran.
Aktivitas
siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, dari
71,02% ke 80,15% atau naik sebesar 9,13%. Hal ini membuktikan bahwa metode demonstrasi
dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran.
Adapun
aktivitas siswa sebagaimana yang mengalamai kenaikan dari siklus I ke siklus II
sebesar 9,13%, dengan perincian sebagai berikut:
Tabel :Aktivitas Siswa Dalam Proses Pembelajaran
No
|
Uraian Aktivitas
|
Capaian
|
|
Siklus I
(%)
|
Siklus II
(%)
|
||
1
|
Keberanian bertanya dan mengemukakan pendapat
|
63,38
|
75,58
|
2
|
Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru
|
73,23
|
78,85
|
3
|
Resfon terhadap pertanyaan guru
|
72,96
|
81,85
|
4
|
Partisifasi aktif dalam diskusi kelompok
|
71,35
|
82,31
|
5
|
Hubungan siswa dengan siswa dan guru
|
73,85
|
78,08
|
6
|
Tidak Mengerjakan pekerjaan lain
|
71,35
|
84,23
|
Rata-Rata
|
71,02
|
80,15
|
|
Keberanian bertanya dan mengemukakan
pendapat, meningkat dari 63,38% pada siklus I menjadi 75,58% pada siklus II,
yaitu sebesar 12,20%. Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru, meningkat
dari 73,23% siklus I menjadi 78,85% siklus II, kenaikan sebesar 5,62%, resfon terhadap pertanyaan guru, mengalami kenaikan
sebesar 8,85% yaitu dari 72,96% siklus I menjadi 81,85% siklus II. Partisifasi aktif dalam diskusi kelompok, mengalami
kenaikan sebesar 10,96% yaitu dari 71,35% siklus I menjadi 82,31% siklus II.
Hubungan siswa dengan siswa dan guru, mengalami kenaikan sebesar
4,23% yaitu dari 73,85% siklus I menjadi 78,08% siklus II, Tidak mengerjakan pekerjaan lain, mengalami kenaikan
sebesar 12,88% yaitu dari 71,35% siklus I menjadi 84,23% siklus II. Rata-rata kenaikan dari siklus I ke siklus
II sebesar 9,13%, ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam proses
pembelajaran mengalami peningkatan yang cukup baik.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat ditarik
kesimpulan Metode
Demonstrasi dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa Mata Pelajaran
Matematika Pokok Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat
Kelas V SD Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten
Garut, terbukti dengan adanya peningkatan sebesar 19,24%.
Metode Demonstrasi dapat meningkatkan
rata-rata pemahaman siswa terhadap materi Mata Pelajaran Matematika Pokok
Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat Kelas V SD
Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut,
terbukti dengan adanya peningkatan sebesar 4,23.
Metode Demonstrasi dapat meningkatkan
aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Pokok
Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat Kelas V SD
Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut,
terbukti dengan adanya peningkatan sebesar 9,13%.
Dengan demikian hasil penelitian menyimpulkan, bahwa
Metode Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Mata Pelajaran
Matematika Pokok Bahasan Operasi Hitung Yang Melibatkan Satuan Pengukuran Berat
Kelas V SD Negeri Situsari 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten
Garut.
Saran-saran
Sebagai saran
dari hasil penelitian tersebut, penulis sampaikan pada pihak-pihak terkait,
sebagai berikut:
a. Kepada
guru, diharapkan dapat menggunakan metode yang sesuai dengan materi
pembelajaran dan kondisi siswa, diantaranya metode demonstrasi untuk lebih meningkatkan efektivitas pembelajaran serta
hasil belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
b. Kepada
kepala sekolah, diharapkan dapat memberikan motivasi/ dorongan bagi para guru
untuk menggunakan metode demonstrasi
guna meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa sesuai dengan materi yang
diajarkan.
c. Kepada
pihak sekolah, pengawas, diharapkan agar memfasilitasi guru dalam melaksanakan
metode demonstrasi yang sesuai dengan materi dan karakteristik pembelajaran,
serta memberikan pembinaan yang berkesinambungan, baik melalui supervisi
langsung maupun kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Kelompok Kerja Guru
(KKG).
DAFTAR PUSTAKA
Asy’ari, M. Pd. dkk, (2004) Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan
Sosial. PT. Erlangga : Jakarta
Depdiknas, (2004) Kurikulum Berbasis Kompetensi Kelas
VI, Depdiknas: Jakarta
_________, (2007), Panduan Tugas Akhir Program Sarjana
FKIP.TIM TAP FKIP Universitas terbuka : Jakarta
Fachruddin,
Saudagar, dkk, 2009. Pengembangan Profesonalitas Guru, Jakarta: Gaung
Persada (GB Press).
Gunawan Undang, 2008. Teknik Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta:
Sayagatama.
Nasution, S. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara
Permendiknas nomor 22 tahun 2006. Tentang
Standar Isi, Jakarta: Depdiknas
Pidarta Made, 2007, Landasan Kependidikan, Jakarta: Rieneka Cipta.
Prayitno,
2009. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan, Jakarta: Grasindo.
Ruseffendi. 1992, Pendidikan
Matematika 3 : Universitas Terbuka.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta
Suryadi, 2009. Ilmu dan aplikasi Pendidikan. Bandung: Imperial Bakti
Utama
atkan efektivitas pembelajaran serta
hasil belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
b. Kepada
kepala sekolah, diharapkan dapat memberikan motivasi/ dorongan bagi para guru
untuk menggunakan metode demonstrasi
guna meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa sesuai dengan materi yang
diajarkan.
c. Kepada
pihak sekolah, pengawas, diharapkan agar memfasilitasi guru dalam melaksanakan
metode demonstrasi yang sesuai dengan materi dan karakteristik pembelajaran,
serta memberikan pembinaan yang berkesinambungan, baik melalui supervisi
langsung maupun kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Kelompok Kerja Guru
(KKG).
DAFTAR PUSTAKA
Asy’ari, M. Pd. dkk, (2004) Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan
Sosial. PT. Erlangga : Jakarta
Depdiknas, (2004) Kurikulum Berbasis Kompetensi Kelas
VI, Depdiknas: Jakarta
................., (2007), Panduan Tugas Akhir Program Sarjana
FKIP.TIM TAP FKIP Universitas terbuka : Jakarta
Fachruddin,
Saudagar, dkk, 2009. Pengembangan Profesonalitas Guru, Jakarta: Gaung
Persada (GB Press).
Gunawan Undang, 2008. Teknik Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta:
Sayagatama.
Nasution, S. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi
Aksara
Permendiknas nomor 22 tahun 2006. Tentang
Standar Isi, Jakarta: Depdiknas
Pidarta Made, 2007, Landasan Kependidikan, Jakarta: Rieneka Cipta.
Prayitno,
2009. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan, Jakarta: Grasindo.
Ruseffendi. 1992, Pendidikan
Matematika 3 : Universitas Terbuka.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta
Suryadi, 2009. Ilmu dan aplikasi Pendidikan. Bandung: Imperial Bakti
Utama
Langganan:
Postingan (Atom)
