Minggu, 10 April 2016

JURNAL KARYA ILMIAH (UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN MENGENAL SUMBER DAYA DENGAN PENERAPAN PENDEKATAN LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SD NEGERI PANGAUBAN 01 KECAMATAN CISURUPAN KABUPATEN GARUT)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS POKOK BAHASAN MENGENAL SUMBER DAYA DENGAN PENERAPAN PENDEKATAN LINGKUNGAN SISWA KELAS IV SD NEGERI PANGAUBAN 01
KECAMATAN CISURUPAN KABUPATEN GARUT

Di susun Oleh : Kusniawati, A.Ma.Pd
SD Negeri Pangauban 01 Kec. Cisurupan Kab. Garut
Posting : erikbudiman3@gmail.com

ABSTRAK

Kenyataann di lapangan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya di SD Negeri Cisurupan UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan, Guru IPS masih menggunakan metodologi pembelajaran yang bersifat konvensional, sehingga hasil belajar siswa yang diharapkan meningkat masih belum memenuhi harapan. Penelitian ini mencoba dengan menggunakan salah satu metode yang masih belum banyak digunakan, yakni metode pendekatan lingkungan dengan harapan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS pada khusunya dapat ditingkatkan. Dengan mengkaji teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli tentang variabel yang ada pada judul penelitian, maka diperoleh gambaran tentang variabel tersebut untuk kemudian dikembangkan pada pelaksanaan metodologi penelitian. Metodologi penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, siklus I dan II, yang masing-masing siklus terdiri dari aktivitas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Penelitian ini terdiri dari 2 kali pertemuan, yaitu pertemuan pertama dan kedua, dan tes dilaksanakan setiap akhir masing-masing siklus. Hasil penelitian dibahas meliputi analisis hasil tes siswa, dan pengamatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran, dan hasil penelitian menyimpulkan bahwa metode pendekatan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan rata-rata kelas, disamping meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dan mengurangi aktivitas yang kurang relevan dengan pembelajaran.
Dari kesimpulan hasil penelitian, peneliti menyampaikan sejumlah saran bagi pihak-pihak terkait; baik siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, dan institusi terkait dibidang pendidikan, khususnya di lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, guna perbaikan proses pembelajaran dan peningkatan hasil belajar yang diharapkan.

Kata Kunci : Penerapan Pendekatan Lingkungan,  untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS



PENDAHULUAN
            Dalam konteks sosial, manusia demikian luasnya, maka pada pembelajaran IPS setiap jenjang pendidikan, kita harus melakukan pembatasan sesuai dengan kemampuan siswa pada tingkat masing-masing, Ahli-ahli IPS banyak berpendapat bahwa radius ruang lingkup pengajaran IPS di SD dibatasi sampai gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau geografi dan sejarah, terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada pada lingkungan hidup murid SD tersebut.
            Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah bagian dari sejumlah mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan kelompok mata pelajaran sains dan teknologi, yang merupakan bagian dari standar isi (Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi).
            Peneliti tertarik dengan permasalahan-permasalahan yang menyangkut pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, yang dirumuskan dalam judul penelitian. Peneliti yakin apabila guru tidak mengetahui perkembangan anak, maka guru akan menghadapi kesulitan dalam melaksanakan tugasnya, sebab guru telah mengabaikan potensi anak, sedangkan bila guru melupakan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, maka guru akan membina anak didik dalam mimpi-mimpi yang tidak realistis.
Salah satu tantangan mendasar dalam pengajaran IPS saat ini adalah bagaimana mencari strategi pembelajaran yang inovatif yang memungkinkan meningkatnya mutu proses pembelajaran. Perkembangan dan kemajuan IPTEK membuka kemungkinan siswa tidak hanya belajar di dalam kelas akan tetapi peserta didik dapat belajar di luar kelas.
Namun demikian, mata pelajaran IPS pada umumnya masih belum mencapai hasil yang diharapkan, hal ini diseba bukan mayoritasguru dalam penyajian pelajaran IPS sering menggunakan metode ceramah yang terkadang membosankan anak didik, di samping itu pada umumnya guru belum bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sebagai sumber daya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).   
            Oleh karena itu peneliti terdorong untuk melakukan penelitian yang dituangkan dalam sebuah lapran penelitian tindakan kelas dengan judul: ”Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Mengenal Sumber Daya Dengan Penerapan Pendekatan Lingkungan Siswa Kelas IV SD Negeri Pangauban 01 Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut”.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal sumber daya pada siswa kelas IV SD Negeri Pangauban 01 Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Hasil belajar adalah sejumlah pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan sebagai hasil dari proses pembelajaran. Belajar itu sendiri adalah sebuah interaksi antara guru dan murid yang melibatkan lingkungan, sehingga terjadi perubahan.
Belajar menurut Pidarta (2007 : 206) adalah perubahan prilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hal perkembangan, pengaruh obat, atau  kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain.
Prayitno (2009: 203) berpendapat bahwa belajar adalah upaya untuk menguasai suatu hal yang baru. Senada dengan pendpat tersebut, Muhibbin (2005: 68), mendefinisikan bahwa belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, belajar dapat diartikan sebagai upaya perubahan menuju arah yang lebih baik, baik perubahan tingkah laku dalam interaksi masnusia dengan lingkungan, berkaitan dengan ranah kognitif.
Belajar akan dikatakan baik atau berhasil apabila faktor-faktor yang mempengaruhi belajar terpenuhi, faktor-faktor itu antara lain sebagaimana dikemukakan Purwanto (2002:102) sebagai berikut:
a.         Faktor yang ada pada organism itu sendiri atau faktor individual (kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi).
b.        Faktor yang ada di luar individu atau disebut faktor sosial (faktor keluarga/keadaan rumah tangga, guru dan cara mengajarnya, alat-alat yng dipergunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial).
Menurut Sutikno (2008:16), “kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru”.  Belajarnya akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang). Jadi, kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya terhadap belajar anaknya. Hal ini jelas dan dipertegas oleh Sutjipto Wirowidjojo pada Slameto (2010:61) yang menyatakan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga yang sehat besar artinya untuk pendidikan dalam ukuran kecil, tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara, dan dunia.
Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang biasa disingkat dengan IPS merupakan kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang cakupannya dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berfikir, dan perilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri. Berdasarkan kurikulum 2006, mata pelajaran IPS mendapat porsi waktu 3 jam pelajaran setiap minggu. (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006).
Selanjutnya dalam Permendiknas tersebut disebutkan bahwa: Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik arahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggungjawab, serta earga dunia yang cinta damai.
Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensip, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan. (Permendiknas Nomor 22 tahun 2006).
Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar adalah penggunaan metode, model, maupun pendekatan dalam pembelajaran. Pendekatan lingkungan adalah bagian dari sebuah pendekatan, dimana siswa secara langsung dapat belajar dari lingkungan.
Mulyasa dalam Heryawan (2012:43) menjelaskan bahwa pendekatan lingkungan merupakan suatu pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar.
Selanjutnya Mulyasa mengatakan bahwa pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan pembelajaran akan menarik perhatian peserta didik jika apa yang dipelajari diangkat dari lingkungan, sehingga apa yang dipelajari berhubungan dengan kehidupan dan berpaidah bagi lingkungannya.
Berkaitan dengan pendekatan lingkungan, UNECSO 1980, pada Heryawan (2012:43) mengemukakan jenis-jenis lingkungan yang dapat didayagunakan peserta didik untuk kepentingan pembelajaran, diantaranya:
a.         Lingkungan yang meliputi faktor-faktor fisik, biologi, sosial, ekonomi dan budaya yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung, dan berinteraksi dengan kehidupan peserta didik.
b.        Sumber masyarakat yang meliputi setiap unsur atau fasilitas yang ada dalam suatu kelompok masyarakat.
c.         Ahli-ahli setempat yang meliputi tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan khusus dan berkaitan dengan kepentingan pembelajaran.
Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran berdasarkan pendekatan lingkungan, yaitu:
Membawa peserta didik ke suatu lingkungan untuk kepentingan pembelajaran. Hal ini bisa dilakukan dengan metode karya wisata, metode pemberian tugas, dan lain-lain.
Membawa sumber-sumber dari lingkungan ke sekolah (kelas) untuk kepentingan pembelajaran. Sumber-sumber tersebut bisa sumber asli seperti narasumber, bisa juga sumber tiruan seperti model dan gambar.
Guru sebagai pemandu pembelajaran dapat memanfaatkan lingkungan secara maksimal untuk kepentingan pembelajaran, namun dalam penggunaannya sebaiknya didiskusikan dengan peserta didik (Heryawan, 2012:44).
Dari pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan lingkungan merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang melibatkan sejumlah metode, dan siswa secara langsung belajar dari lingkungan tempat dia berada, sehingga hal ini memungkinkan tercapainya hasil belajar secara efektif dan efisien.
Hasil belajar akan optimal, jika pemroses pembelajaran (guru) mampu menggunakan alat proses (metode) dengan baik dan efektif. Dengan kata lain bahwa keberhasilan suatu proses belajar akan ditentukan oleh guru selaku pelaku dan metode yang digunakan selaku alat dalam proses pembelajaran.
Lokasi Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah SD Negeri Pangauban 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Pelaksaan penelitian dilaksanakan dalam dua Siklus, yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Pangauban 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut sebanyak 25 orang. Sedangkan yang menjadi  objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal sumber daya kelas IV SD Negeri Pangauban 01 UPTD Pendidikan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, dan setiap akhir pertemuan pada pertemuan ke tiga dilaksanakan tes sebanyak 2 kali, yaitu tes siklus I dan II.
Menurut Hopkins 1993, pada Rochiati 2008, pada Gunawan Undang, (2008:5). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan.
“Secara ringkas, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka dan belajar dari pengalaman mereka sendiri” (Gunawan Undang, 2008 : 6). 
Berdasarkan pendapat tersebut, dalam penelitian tindakan kelas terdapat beberapa hal antara lain tindakan untuk memecahkan permasalahan dalam kelas baik berupa perbaikan maupun perubahan.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) minimal dilaksanakan dalam 2 siklus dengan kegiatan; perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. (Kunandar, 2010:70)
 















            Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus yaitu siklus I dilaksanakan dua pertemuan, masing masing pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran (2x35 menit). Adapun tes dilaksanakan setelah selesai pertemuan kedua. Siklus II sebagaimana siklus I, terdiri dari 2 pertemuan dan pada akhir pertemuan dilaksanakan tes. Sedangkan kegiatanya adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Perencanaan
Siklus I, dilaksanakan dalam 2 pertemuan yang masing masing pertemuan 2 jam pelajaran (2 x 35 menit). Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 2 April 2013 dan pertemuan kedua pada hari Selasa tanggal 9 April 2013 diakhiri dengan tes tertulis tanggal  16 April 2013.
Metode yang digunakan adalah model pendekatan lingkungan.
Adapun kegiatannya adalah:
-       Menyiapkan surat izin melaksanakan penelitian
-       Menyiapkan RPP dan perangkat pembelajaran yang lainnya
-       Menyiapkan lembar kerja/ lembar tugas (LK-LT)
-       Membuat daftar hadir siswa dan daftar hadir tes
-       Menyiapkan format penilaian dan pengamatan

Pelaksanaan
Sesuai dengan rencana, pertemuan pertama materi yang dibahas adalah bentuk-bentuk ekonomi di lingkungan dan pertemuan kedua membuat daftar tentang kegiatan pemanfaatan sumber daya alam.
Adapun dengan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Kegiatan Awal (2 x 5 menit)
1)   Guru membuka pembelajaran dengan pembacaan salam, do’a dan basmalah.
2)   Guru mengkondisikan siswa supaya siap pengikuti pembelajaran.
3)   Mengecek kehdiran siswa
4)   Melaksanakan apersepsi
5)   Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan,
Kegitan inti (2 x 60 menit)
1)   Siswa menyimak penjelasan Guru tentang materi yang akan dipelajari,
2)   Siswa dibagi ke dalam 6 kelompok yang terdiri dari 6 anggota
3)   Siswa di bagi lembar kerja/ lembar pengamatan dan pengisiannya dibimbing oleh guru
4)   Siswa diajak keluar kelas untuk mengamati bentuk-bentuk ekonomi yang ada di lingkungan.
5)   Siswa mencatat hasil pengamatan dari pada bentuk ekonomi (pertemuan pertama) dan pada pertemuan kedua siswa membuat daftar tentang kegiatan pemanfaatan sumber daya alam
6)   Diskusi kelompok hasil pengamatan dari bentuk ekonomi dan aktivitas ekonomi.
7)   Siswa melaporkan hasil diskusi kelompok dan mempresentasikannya di depan kelas,
8)   Tiap kelompok diberikan untuk menanggapi
Kegiatan akhir (2 x 5 menit)
1)   Siswa bersama guru menyimpulkan hasil diskusi,
2)   Siswa diberi tugas Pekerjaan Rumah.
3)   Guru bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan membaca hamdalah
Pada pertemuan berikutnya guru memberikan Tes siklus I mengenai materi yang disampaikan pada pertemuan 1 dan 2. Adapun soal tes yang diberikan berupa tes tulis.
Pengamatan
Pengamatan siklus I, dilakukan terhadap aktivitas siswa dan hasil tes siswa dalam mengikuti pembelajaran siklus I.
Refleksi
Menganalisis hasil tes dan aktivitas siswa, Mencari penyebab ketidakberhasilan pada siklus I untuk diperbaiki pada siklus II.

Siklus II
Perencanaan
Siklus II dilaksanakan dalam dua pertemuan, yaitu, Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 April 2013. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 April 2013, Tes siklus II dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2013
Adapun kegaitannya meliputi:
1.        Mempersiapkan RPP
2.        Menyiapkan alat-alat dan bahan pembelajaran
3.        Menyiapkan lembar kerja
4.        Menyiapkan lembar pengamatan dan sebagainya yang berkaitan dengan rencana siklus II.
Pelaksanaan
Materi yang dibahas pada pertemuan pertama adalah menjelaskan sumber daya alam yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi, dan materi pada pertemuan kedua  adalah pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. Adapun langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut:
Kegiatan Awal (2 x 5 menit)
1)   Guru membuka pembelajaran dengan pembacaan salam, do’a dan dibuka dengan basmalah.
2)   Guru mengecek kehadiran siswa
3)   Guru mengkondisikan siswa supaya siap pengikuti pembelajaran.
4)   Melaksanakan apersepsi
5)   Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan,
Kegitan inti (2 x 60 menit)
1)   Guru menjelaskan materi yang akan disampaiakn dan siswa menyimak penjelasan Guru,
2)   Guru membagi siswa ke dalam 6 kelompok diskusi
3)   Guru menjelaskan pengisian format dan lembar pengamatan yang harus diselesaikan secara berkelompok
4)   Siswa diajak keluar untuk mengamati sumber daya alam yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi, (pada pertemuan pertama) dan  pengaruh kondisi alam terhadap kegiatan ekonomi. (pada pertemuan kedua).
5)   Diskusi kelompok hasil pengamatan dari sumber daya alam dan daftar pemanfaatn.
6)   Siswa melaporkan hasil diskusi kelompok dan mempresentasikannya di depan kelas,
7)   Tiap kelompok diberikan untuk menanggapi
Kegiatan akhir (2 x 5 menit)
1)   Siswa bersama guru menyimpulkan hasil diskusi,
2)   Siswa diberi tugas Pekerjaan Rumah.
3)   Guru bersama siswa mengakhiri pembelajaran dengan membaca hamdalah
       Tes siklus II mengenai materi yang disampaikan pada pertemuan 1 dan 2. Adapun soal tes yang diberikan berupa tes tulis.
Pengamatan siklus II, dilakukan oleh peneliti sendiri terhadap hasil tes dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Menganalisis hasil tes dan aktivitas siswa. untuk direkomendasikan sebagai saran
Data yang sudah terkumpul diamati, dievaluasi, verifikasi, dan disimpulkan; data yang berasal dari hasil belajar siswa dihitung berdasarkan prosentase: skor yang benar per skor ideal kali 100%. Sehinnga ditetapkan angka perolehan berkisar antara 0-100. Sedangkan data hasil pengamatan dengan cara jumlah siswa yang aktif / tidak aktif per jumlah seluruh siswa kali 100%.
Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah:
a.    Siswa yang mendapat nilai di atas KKM (65) pada siklus I ≥ 60% dan pada siklus II ≥ 70%
b.    Rata-rata kelas pada siklus I ≥ 60, dan pada siklus II ≥ 70.
c.    Siswa yang aktif pada siklus I ≥ 60% dan pada siklus II ≥ 80%.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
No
Uraian Indikator
Capaian
Siklus I
Siklus II
1
Siswa yang mencapai KKM (nilai 65)
≥ 60%
≥ 70%
2
Rata-rata kelas
≥ 60
≥ 70
3
Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran
≥ 60%
≥ 80%

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sebagaimana telah diungkapkan pada bab III tentang pelaksanaan tindakan siklus PTK, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 2 April 2013 dan pertemuan ke dua hari Selasa tanggal 9 April 2013, dan tes siklus I dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 16 April 2013 berupa tes tertulis. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Setelah dianalisis baik hasil tes maupun aktivitas siswa diperoleh gambaran sebagai berikut:
a.    Siswa yang mencapai KKM (65) sebanyak 16 orang (64%)
b.    Siswa yang belum tuntas adalah sebanyak 9 orang (36%)
c.    Rata-rata kelas sebesar 63,20.
d.   Aktivitas siswa selama proses kegiatan pembelajaran sebesar 71,28%.   
Pada siklus II, terdiri dari 2 pertemuan, pertemuan pertama pada hari Selasa tanggal 23 April 2032, pertemuan kedua pda hari Selasa tanggal 30 April 2013, dan tes siklus II dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Mei 2013 berupa tes tertulis. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Hasil tes dan hasil pengamatan setelah diverifikasi, dianalisis, dan tabulasi data, serta penafsiran, diperoleh gambaran sebagai berikut:
a.    Siswa yang mencapai KKM (65) sebanyak 21 orang (84%).
b.    Siswa yang beum tuntas sebanayk 4 orang (16%)
c.    Rata-rata Kelas sebesar 70,40
d.     Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran sebesar 80,03%.
Gambaran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
No
Uraian Indikator
Capaian
Siklus I (%)
Siklus II (%)
1
Siswa yang mencapai KKM (65)
64
84
2
Siswa yang belum tuntas
36
16
3
Rata-rata kelas
63,20
70,40
4
Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran
71,28
80,03

Dari tabel di atas dapat ditafsirkan bahwa masing-masing indikator; siswa yang mencapai KKM (ketuntasan belajar), rata-rata kelas, dan aktivitas siswa mengalami kenaikan yang cukup berarti, sedangkan siswa yang belum tuntas mengalami penurunan.
Untuk lebih jelasnya hasil penelitian, pembahasannya sebagai berikut:
1.    Ketuntasan belajar/ siswa yang mencapai KKM (65) pada siklus I sebesar 64% sedangkan pada siklus II sebesar 84%. Ini berarti ada kenaikan sebesar 20%.
2.    Siswa yang belum tuntas pada siklus I sebesar 36% sedangkan pada siklus II sebesar 16,00%. Ini berarti ada penurunan sebesar 20%.
3.    Rata-rata kelas atau pemahaman materi, siklus I sebesar 63,20 sedangkan pada siklus II sebesar 70,40, berarti ada kenaikan sebesar 7,20.
Aktivitas siswa naik dari siklus I sebesar 71,28% menjadi 80,03% pada siklus II, berarti naik 8,75%.
Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan kenaikan sebesar 8,75%, dirinci sebagai berikut: 

No
Indikator
Ketercapaian
Siklus I (%)
Siklus II (%)
1
Ketertarikan terhadap materi
71,96
82,32
2
Memperhatikan penjelasan guru
71,24
81,20
3
Hubungan siswa dengan siswa serta guru selama pembelajaran
72,08
78,72
4
Menyelesaikan tugas mandiri dan tugas kelompok
72,40
78,80
5
Interaksi siswa dalam mengikuti diskusi kelompok
70,20
81,72
6
Keberanian bertanya dan mengemukakan pendapat
69,80
77,40
Rata-Rata
71,28
80,03

Tabel di atas dapat ditafsirkan sebagai berikut:
1.        Ketertarikan terhadap materi, mengalami kenaikan dari siklus I ke siklus II, dari 71,96% menjadi 82,32%, naik sebesar 10,36%.
2.        Memperhatikan penjelasan guru, naik dari siklus I sebesar 71,24% menjadi 81,20% pada siklus II, berarti ada kenaikan sebesar 9,96%.
3.        Hubungan siswa dengan siswa serta guru selama pembelajaran, mengalami kenaikan dari siklus I  ke siklus II sebesar 6,64%, dari 72,08% pada siklus I menjadi 78,72% pada siklus II.
4.        Menyelesaikan tugas mandiri dan tugas kelompok, mengalami kenaikan dari siklus I  ke siklus II sebesar 6,40%, dari 72,40% pada siklus I menjadi 78,80% pada siklus II.
5.        Interaksi siswa dalam mengikuti diskusi kelompok, mengalami kenaikan dari siklus I  ke siklus II sebesar 11,52%, dari 70,20% pada siklus I menjadi 81,72% pada siklus II.
6.        Keberanian bertanya dan mengmukakan pendapat, mengalami kenaikan dari siklus I  ke siklus II sebesar 7,60%, dari 69,80% pada siklus I menjadi 77,40% pada siklus II.
Rata-rata kenaikan aktivitas siswa sebesar 8,75%, yaitu dari 71,28% pada silkus I menjadi 80,03% pada siklus II.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana diungkapkan sebagai berikut :
a.         Pendekatan Lingkungan dapat meningkatkan ketuntasan belajar mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal sumber daya siswa kelas IV SD Negeri Pangauban 01 Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, terbukti dengan adanya kenaikan sebesar 20%.
b.        Pendekatan Lingkungan dapat meningkatkan rata-rata pemahaman siswa terhadap materi mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal sumber daya kelas IV SD Negeri Pangauban 01 Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, terbukti dengan adanya kenaikan sebesar 7,20.
c.         Pendekatan Lingkungan dapat meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal sumber daya kelas IV SD Negeri Pangauban 01 Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, terbukti dengan adanya kenaikan sebesar 8,75%.
Dengan demikian hasil penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS pokok bahasan mengenal sumber daya kelas IV SD Negeri Pangauban 01 Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.

Saran
Dari hasil penelitian ini, disampaikan saran-saran kepada pihak terkait, diantaranya:
1)        Bagi guru, disarankan dalam mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebaiknya dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar;
2)        Bagi kepala sekolah, disarankan agar memfasilitasi para guru dalam melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran dan materi tertentu serta memberikan motivasi utuk mencoba menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, karakteristik pembelajaran dan indikator yang telah ditetapkan.
3)        Bagi sekolah, disarankan menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran serta alat bantu mengajar yang dibutuhkan oleh guru dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Gunawan Undang, 2008. Teknik Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Sayagatama.
Heriyawan, Adang, dkk, 2012. Metodologi Pembelajaran, Kajian Teoritis Praktis, Banten: LP3G. Indonesia.
Kunandar. 2010. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Muhibbin, Syah. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Permendiknas, Nomor 16 Tahun 2007. Tentang Kualifikasi Akademik dan Satandar Kompetensi Guru, Jakarta: Depdiknas.
Pidarta, Made, 2007, Landasan Kependidikan, Jakarta: Rieneka Cipta.
Prayitno, 2009. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan, Jakarta: Grasindo.
Purwanto. 2002. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya
Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sutikno, M. S. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar